Masyarakat Papua Sambut Hangat MBG, Harapan Baru Tingkatkan Gizi Generasi Muda

Berita Utama9 Dilihat

MERAUKE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah wilayah Papua Selatan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran program tersebut dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua. Antusiasme masyarakat, tenaga pendidik, dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa MBG membawa harapan baru bagi masa depan generasi muda.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa pembangunan di Papua tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.

“Pembangunan yang kita laksanakan ini pada umumnya meliputi bidang pendidikan, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya. Yang pertama adalah sarana dan prasarana untuk meningkatkan akses pelayanan pemerintah, baik pelayanan kesehatan, pendidikan maupun perekonomian hingga ke daerah-daerah pelayanan seperti kabupaten, distrik, sampai kampung,” ujar Apolo Safanpo.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dari pembangunan Papua. “SDM di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, dan berbagai bidang lainnya harus terus ditingkatkan kapasitasnya agar memiliki kompetensi, kualitas, dan kualifikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Di tingkat sekolah, kehadiran MBG disambut positif oleh para guru. Guru SD YPPK Ilwayab, Kleopas Pam, mengatakan bahwa program tersebut diterima dengan baik oleh sekolah, pemerintah kampung, dan masyarakat karena memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden karena MBG masuk di Distrik Ilwayab, Kampung Wanam. Program ini sangat berguna bagi anak-anak kami karena menyediakan makanan bergizi. Orang tua juga mendukung dan pelaksanaannya berjalan dengan baik,” ujar Kleopas Pam.
Senada dengan itu, Guru SD YPPK Ilwayab, Zueriko Adhi, menilai MBG semakin bermanfaat karena memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di Papua, seperti ikan, daging, dan sayur-sayuran hasil budidaya masyarakat setempat.

“Kalau menu di sini kami menggunakan kekayaan alam seperti ikan, daging, dan sayur-sayuran yang ditanam mama-mama lokal. Kami sebagai guru sangat antusias dengan program MBG ini. Anak-anak juga sangat senang karena setiap hari mereka mendapatkan makanan bergizi di sekolah,” kata Zueriko Adhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *