Maskapai Akui Tak Terdampak Pengurangan Bandara Internasional

Nasional623 Dilihat

Arusberita.id – Maskapai penerbangan nasional mengaku pemangkasan jumlah bandara internasional tidak menimbulkan dampak terhadap operasional bisnis perusahaan.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mencabut status internasional 17 bandara internasional di Indonesia menjadi bandara domestik.

Ini diatur dalam Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024. Dengan demikian, dari semula terdapat 34 bandara internasional di Indonesia, kini menjadi tersisa 17 bandara internasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, kebijakan ini tidak berdampak pada bisnis perseroan karena Garuda Indonesia tidak melayani penerbangan internasional di 17 bandara yang status internasionalnya dicabut.

“Aman. Garuda cuma melayani penerbangan internasional dari Jakarta dan Denpasar,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, dikutip Kamis (2/5/2024).

Oleh karenanya, dia memastikan tidak ada pengurangan penerbangan internasional. Namun dia tidak mengungkapkan apakah akan menambah frekuensi penerbangan internasional di Jakarta dan Denpasar, Bali.

Sementara itu, Corporate Communication Sriwijaya Air Group Zaidan Ramli juga mengaku penghapusan status internasional di 17 bandara tidak berpengaruh pada operasional perusahaan.

“Sejauh ini belum ada. Operasional kami masih berjalan normal seperti sebelum adanya pengurangan status bandara internasional,” ucapnya kepada Kompas.com, Kamis.

Namun dia belum dapat memastikan kebijakan ini bakal berdampak positif atau negatif ke industri penerbangan nasional lantaran saat ini masih terlalu dini.

“Kami belum dapat memberi jawaban tentang hal tersebut. Mungkin nanti setelah beberapa waktu ke depan baru kami dapat mengetahui dampaknya atau tidak ada dampaknya,” kata Zaidan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) Alvin Lie menilai pengurangan bandara internasional ini tidak memberikan efek apapun kepada maskapai baik dari sisi harga tiket maupun pengurangan rute penerbangan.

“Tidak berdampak sama sekali. Maskapai tetap melayani rute-rute domestik, yang internasional toh selama ini juga lewatnya enam bandara besar itu,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (1/5/2024).

Sebab, selama ini penerbangan internasional di Idnoensia paling banyak dilayani oleh Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Enam bandara ini sudah melayani hampir 80 persen penerbangan dan jumlah penumpang internasional kita. Jadi enggak enggak terlalu masalah bagi airlines,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 17 bandara eks internasional itu hanya melayani 169 kunjungan wisman sepanjang 2023 atau hanya 0,0021 persen dari total kunjungan wisman melalui pintu udara utama lainnya di tahun tersebut.

Begitupun dengan jumlah wisatawan nasional yang hanya sebanyak 61.016 perjalanan atau 1,06 persen dari total perjalanan wisatawan nasional pada 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. In addition, I found your article to be very well-researched and substantiated. The data and case studies you provided lend credibility to your arguments and demonstrate the potential for success when targeting the right niche. Thank you for putting so much thought and effort into creating this comprehensive resource.

  2. “The depth of analysis in this blog post is impressive. It’s refreshing to find a resource that not only educates but also inspires action. The clear writing style and thoughtful explanations make complex concepts accessible. Keep up the great work!”

  3. Профессиональный сервисный центр по ремонту бытовой техники с выездом на дом.
    Мы предлагаем: ремонт крупногабаритной техники в москве
    Наши мастера оперативно устранят неисправности вашего устройства в сервисе или с выездом на дом!