Tag: Pileg

  • Antisipasi Kerumunan Jelang Pemilu, Pemerintah Hold Pembagian Bansos Beras

    Antisipasi Kerumunan Jelang Pemilu, Pemerintah Hold Pembagian Bansos Beras

    Arusberita.id – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengkonfirmasi rencana penundaan sementara bantuan sosial (bansos) berupa bantuan pangan 10 kg beras untuk 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulan.

    Direktur Distribusi dan Cadangan NFA Rahmi Widiriani mengutarakan alasan mengapa bansos beras itu ditunda untuk sementara mulai tanggal 8-14 Februari 2024.

    “Karena ada masa tenang ada peraturan tidak boleh beraktivitas supaya fokus terhadap Pemilu jadi bantuan pangan ini supaya tidak menjadi trigger misalnya ada kerumunan dan lain lain,” ujar Rahmi saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Selasa (6/2).

    Sebagaimana diketahui, peraturan soal masa tenang pemilu untuk penyelenggaraan tahun ini diatur Komisi Pemilihan Umum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

    Beleid itu mengenai masa tenang pilpres putaran pertama pada 11 Februari hingga 13 Februari 2024 dan putaran kedua pada 23 Juni sampai 25 Juni 2024. Masa tenang diartikan sebagai masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas Kampanye Pemilu.

    Pasalnya, di mana ada pembagian bansos, maka disana akan tercipta sebuah kerumunan. Untuk itu, penyaluran akan kembali dilanjutkan setelah pemilu rampung yakni pada 15 Februari mendatang.

    “Untuk  menghindari hal-hal yang justru bisa menimbulkan gangguan yang diinginkan menjelang pencoblosan. Pasti kan karena ada penyaluran bantuan pangan tuh ada sebuah titik kumpul

    Jadi kebijakannya akan dilanjutkan pada tanggal 15 Februari,” ungkapnya.

    Rahmi juga menegaskan bahwa bantuan pangan beras ini tidak ada kolerasinya dengan kontestasi pilpres, karena program ini sudah ada jauh sebelum tahun pemilu.

    Rahmi bilang, bansos beras itu sendiri merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu 22 juta KPM masyarakat bawah untuk mendapatkan beras sebanyak 10 kg setiap bulannya untuk tiap satu KPM.

    “Program ini sudah dilakukan per 3 bulan sejak tahun 2023. Untuk tahun 2024 ini, rencananya bantuan pangan beras akan disalurkan sejak Januari-Maret 2024, dan kemungkinan akan berlanjut hingga Juni 2024,” ungkapnya.

    Bantuan pangan beras, kara dia, menjadi salah satu cara pemerintah melakukan intervensi terhadap harga beras yang tengah melonjak.

    Program ini diharapkan membantu masyarakat kelas bawah mendapatkan kepastian pasokan pangan dan tidak terdampak oleh mahalnya harga beras.

    “Kita tahu harga beras saat ini masih mahal dengan adanya bantuan pangan ini setidaknya 22 juta KPM tidak perlu membeli beras atau pengeluaran untuk membeli berasnya berkurang karena sudah dapat bantuan beras 10 kg,” pungkasnya.

  • Distribusi Logistik Pemilu Dalam Negeri Capai 99 Persen

    Distribusi Logistik Pemilu Dalam Negeri Capai 99 Persen

    Arusberita.id – KPU RI mencatat distribusi logistik Pemilu 2024 di dalam negeri sudah mencapai 99 persen. Media proses penyaluran suara masyarakat itu, sudah diterima KPU kabupaten/kota.

    “Sudah 99 persen, sudah diterima kabupaten/kota surat suara nya. Ada yang masih menunggu untuk surat suara DPRD provinsi,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari dalam keterangan persnya, Senin (5/2/2024).

    Hasyim memastikan, akan menyelesaikan secepatnya segala kebutuhan logistik pemilu. Dipastikan, banyak daerah saat ini sudah selesai melakukan proses sortir dan lipat suara.

    “Insyaallah sudah selesai semua, tinggal dikirim ke beberapa tempat saja. Sudah disortir, dilipat, tinggal dimasukkan ke kotak suara,” ucap Hasyim.

    Kemudian, Hasyim mengungkapkan, 60 persen logistik Pemilu 2024 sudah masuk kotak penyimpanan surat suara dalam kondisi tersegel. Nantinya, logistik pemilu itu didorong ke tingkat kecamatan, kelurahan, hingga TPS.

    “Kami juga koordinasi erat dengan pemerintah pusat, daerah,  danTNI- Polri. Dalam rangka memberi dukungan distribusi logistik dan pengamanannya,” ujar Hasyim.