Beranda / Berita Utama / Nasional / Fokus Hilirisasi Prabowo: Rumput Laut hingga Kelapa Sawit

Fokus Hilirisasi Prabowo: Rumput Laut hingga Kelapa Sawit

Fokus Hilirisasi Prabowo: Rumput Laut hingga Kelapa Sawit

Arusberita.id – Kementerian PPN/Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan dalam lima tahun mendatang program hilirisasi pemerintah akan fokus pada sektor agro yakni sawit, kelapa, hingga ekonomi biru yakni rumput laut.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pada produk sawit nantinya akan diarahkan agar RI tidak hanya ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) namun produk-produk turunan dari sawit.

“Kenapa kita harus menempuh hilirisasi karena kita harus masuk dengan industri yang settle di global berat buat kita. Kalau hilirisasi berbasis SDM yang kita miliki sudah memiliki keunggulan, tinggal kita naikan,” ucap Amalia dalam Seminar Nasional CORE Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2024).

Produk kedua, yakni kelapa, Amalia menyatakan bahwa Bappenas telah menyiapkan konsep perencanaan hilirisasi produk ini. Menurutnya, RI pernah menjadi negara penghasil kelapa terbesar di dunia, namun kini justru kalah dengan Filipina.

Meski demikian, ia menyatakan industri kelapa di Indonesia masih sangat minim karena mayoritas kebun kelapa masih dikelola secara pribadi oleh individu tertentu. Serta,RI masih mengandalkan ekspor kelapa yang masih belum diolah atau butiran kelapa.

“Kenapa kita harus ekspor benturan kelapa? Kenapa kita jangan ekspor nata de coco saja? daripada ekspor butiran kelapa. Nah ini PR-PR [pekerjaan rumah] kita,” ucap Amalia.

Dua komoditas tersebut masuk dalam kelompok hilirisasi agro, melengkapi rencana pengembangan hilirisasi sagu yang tengah digodok oleh pihaknya,

“Agro sudah jelas, ada tiga, sawit, kelapa dan sagu,” tegas Amalia.

Selanjutnya, hilirisasi pada sektor ekonomi biru yakni rumput laut. Menurut dia, produk-produk rumput laut dapat dikembangkan menjadi beberapa produk dengan efek ekonomi yang lebih tinggi, salah satunya bioplastik atau lapisan kemasan biodegradable.

“Kita bisa juga rumput laut menjadi snack, kita bisa juga rumput laut menjadikan bahan baku farmasi, kemudian nutritional food, dan lain-lain. Artinya rumput laut kalau diolah di Indonesia bisa menghasilkan penciptaan nilai tambah yang lebih tinggi,” jelasnya.

Meski demikian, Amalia menegaskan bahwa hilirisasi tambang masih menjadi salah satu fokus pemerintahan ke depan. Namun nantinya sederet komoditas tersebut akan ditambahkan menjadi fokus hilirisasi lima tahun ke depan.

“Jadi lima tahun ke depan kita akan mendorong produk hilirisasi agro, tambah sumber daya laut dengan komoditas-komoditas terfokus,” tutur Amalia.

Tag:

15 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *