Bank Dunia Ingatkan Risiko Utang Negara Berkembang, Indonesia Masih Aman

Ekonomi, Nasional82791 Dilihat

Arusberita.id – Utang negara-negara berkembang menggelembung. Bank Dunia atau World Bank pun mengingatkan risiko utang yang semakin menggunung dikhawatirkan akan membuat negara tersebut mengalami krisis, khususnya negara yang perekonomiannya belum stabil.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang utangnya juga membesar?

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, sejauh ini rasio utang Indonesia masih terbilang cukup aman. Rasio utang pemerintah saat ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 38,11%.

Rasio utang tersebut menurun dibandingkan akhir tahun 2022 dan berada di bawah batas aman 60% PDB sesuai Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Untuk diketahui, utang pemerintah hingga November 2023 telah mencapai Rp 8.041,01 triliun. Posisi utang ini meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 7.950,52 triliun.

Meski masih aman, Eko mewanti-wanti agar pemerintah menggunakan utang tersebut untuk  pembangunan yang lebih produktif. Hal agar lonjakan utang pemerintah bisa berdampak luas bagi masyarakat luas, hingga akhirnya bisa mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

“Tumpuan Indonesia saat ini di indikator makronya, meskipun ini tetap harus jadi early warning, sejauh ini relatif rasio utang msh cukup aman. Hanya saja harus diupayakan pemanfaatan utang lebih produktif,” tutur Eko kepada Kontan.co.id, Kamis (28/12).

Sementara itu, dari sisi mikro, Eko juga menghimbau agar pemerintah lebih memperhatikan BUMN-BUMN karya yang bermasalah dalam pengelolaan utangnya.

Misalnya, PT Wijaya Karya (WIKA) menunda pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A yang jatuh tempo pada 18 Desember 2023.

Kemudian, Eko menambahkan pemerintah juga perlu memperhatikan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Lantaran sempat menjadi sorotan karena tidak bisa membayar utang obligasi yang jatuh tempo pada 6 Agustus 2023, senilai Rp 135,5 miliar. Jumlah itu belum termasuk bunga tetap 10,75% per tahun.

“Sebelumnya juga ada masalah kemampuan bayar utang Waskita perlu jadi perhatian pemerintah, agar dalam pembangunan infrastruktur lebih hati-hati,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2,465 komentar

  1. Excellent goods from you, man. I have understand your stuff previous to and you’re just too wonderful. I actually like what you’ve acquired here, certainly like what you’re saying and the way in which you say it. You make it entertaining and you still care for to keep it sensible. I can’t wait to read much more from you. This is actually a terrific website.

  2. Excellent beat ! I wish to apprentice while you amend your web site, how could i subscribe for a blog website? The account helped me a acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast provided bright clear idea

  3. Nice post. I was checking continuously this blog and I’m impressed! Very useful info specifically the last part 🙂 I care for such information much. I was looking for this particular information for a very long time. Thank you and good luck.

  4. After I initially left a comment I appear to have clicked
    on the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on each
    time a comment is added I recieve 4 emails with the exact same comment.
    Is there a means you can remove me from that service? Many thanks!

  5. Hey there I am so excited I found your webpage, I really found you by mistake,
    while I was researching on Askjeeve for something else, Nonetheless I am here now and
    would just like to say thanks for a fantastic post and a
    all round thrilling blog (I also love the theme/design),
    I don’t have time to browse it all at the moment but I have
    bookmarked it and also included your RSS feeds, so
    when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the awesome work.

    Feel free to surf to my blog ejaculating