Tag: Indonesia Emas

  • Presiden Prabowo Paparkan Strategi Besar Wujudkan Indonesia Emas

    Presiden Prabowo Paparkan Strategi Besar Wujudkan Indonesia Emas

    Jakarta — Presiden Prabowo Subianto membuka babak baru kepemimpinan nasional melalui pidato kenegaraan perdananya di Sidang Tahunan MPR-DPR, yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 15 Agustus 2025.

    Pidato kenegaraan perdana tersebut disampaikan dalam suasana yang sangat khidmat, karena dalam momentum menjelang peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, ia memaparkan berbagai macam capaian monumental yang berhasil diraih hanya dalam kurun waktu 299 hari saja pada masa kepemimpinannya, sekaligus menguraikan bagaimana arah pembangunan strategis untuk masa depan bangsa ini.

    Langkah pembentukan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi sorotan utama. Program tersebut memang dirancang oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berdikari, inklusif, dan adil, sesuai dengan mandat dalam Asta Cita ke-3.

    Melalui koperasi ini, perputaran uang yang selama ini terpusat hanya di kota saja, diharapkan dapat mengalir dengan jauh lebih baik ke desa, sehingga mampu membuka jutaan lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup seluruh masyarakat di perdesaan.

    Strategi tersebut tidak hanya membangun kemandirian ekonomi, tetapi juga memberikan akses langsung bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, minyak goreng, LPG bersubsidi, dan pupuk.

    Presiden menempatkan capaian swasembada pangan sebagai prestasi bersejarah. Dengan stok beras nasional mencapai 4,2 juta ton (tertinggi sejak Indonesia berdiri) pemerintah berhasil mencetak rekor cadangan pangan.

    Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung. Langkah ini didukung oleh pembukaan dua juta hektar lahan sawah baru, terutama di Merauke, Papua Selatan, dan daerah strategis lain, sebagai upaya memutus ketergantungan pada impor pangan.

    Kebijakan peningkatan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kg, percepatan penyaluran pupuk, serta distribusi alat dan mesin pertanian langsung ke petani, menjadi faktor penguat produktivitas sektor pertanian.

    Senyum petani yang menikmati harga gabah stabil mencerminkan hasil nyata dari kebijakan tersebut. Data Perum Bulog menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah dan komersial kini mencapai 4.251.259 ton, sebuah pencapaian yang menempatkan Indonesia pada posisi lebih aman secara ketahanan pangan.

    Terkait hal tersebut, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Hariqo Satria, mengatakan bahwa pidato kepresiden Indonesia mencerminkan komitmen kuat untuk mewujudkan negara maju. Hal tersebut juga menegaskan ketegasan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi, khususnya untuk menindak orang-orang yang serakah, karena Presiden Prabowo tidak membela satu dua orang, namun seluruh masyarkat Indonesia.

    Sementara itu, Fraksi Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, melihat pidato tersebut sebagai momentum penting untuk mengonsolidasikan arah pembangunan nasional.

    Ia menilai, pemaparan program kerja selama 299 hari serta rencana ke depan menunjukkan konsistensi dalam menjalankan visi pembangunan. Budisatrio menekankan bahwa keberhasilan tersebut juga bertumpu pada fondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya, termasuk pelaksanaan program makan bergizi gratis untuk jutaan anak di seluruh Indonesia.

    Program itu dinilainya sebagai investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, serupa dengan keberhasilan negara seperti Brasil dan Korea Selatan yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk mencapai hasil setara.

    Selain itu, ia menggarisbawahi sikap terbuka Presiden dalam menerima masukan dan kritik sebagai indikator kepemimpinan yang adaptif. Meskipun tantangan tetap ada, capaian yang sudah diperoleh memberi keyakinan akan kesinambungan pembangunan.

    Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamuddin, memandang pidato tersebut sebagai cerminan visi seorang pemimpin yang berorientasi pada kejayaan bangsa di tingkat global. Menurutnya, komitmen Presiden dalam memberantas tambang ilegal (termasuk yang melibatkan pejabat berpangkat tinggi) menunjukkan keberanian politik dan kesungguhan dalam menegakkan tata kelola sumber daya alam yang transparan dan berkeadilan. Ia menegaskan, DPD RI siap mengawasi implementasi komitmen tersebut agar selaras dengan prinsip hukum dan kepentingan rakyat.

    Mengurai pidato kenegaraan tersebut, terlihat jelas bahwa arah kebijakan pemerintah menempatkan pembangunan ekonomi desa, ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya alam sebagai prioritas utama. Langkah-langkah yang telah diambil bukan sekadar respons terhadap persoalan jangka pendek, tetapi strategi jangka panjang yang dapat memperkuat daya tahan nasional.

    Pendekatan yang menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi kerakyatan dan penguatan sektor strategis negara menjadi ciri khas kepemimpinan Prabowo. Visi ini menuntut sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat. Jika dijalankan secara konsisten, program-program tersebut dapat menjadi tonggak penting menuju Indonesia yang berdikari secara ekonomi dan berdaulat secara politik.

    Dalam konteks momentum kemerdekaan ke-80, pidato Presiden Prabowo bukan hanya laporan capaian, melainkan deklarasi arah masa depan. Fondasi ekonomi berbasis desa, pencapaian swasembada pangan, serta komitmen menjaga kekayaan alam menunjukkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan kombinasi antara visi strategis dan langkah eksekusi yang tegas.

    Capaian tersebut, disertai dukungan kebijakan yang konsisten, menjadi modal besar untuk membawa Indonesia pada posisi yang lebih terhormat di panggung dunia. Tantangan global menuntut negara memiliki ketahanan pangan, energi, dan ekonomi yang solid. Pidato kenegaraan perdana ini memberikan gambaran bahwa pemerintahan di bawah Presiden Prabowo memahami tantangan tersebut dan memiliki rencana nyata untuk menjawabnya.

    Dengan kerja keras, komitmen politik, serta keberanian mengambil keputusan strategis, arah pembangunan yang disampaikan Presiden dalam pidato itu berpotensi menjadi penanda era baru kebangkitan nasional. Bukan sekadar melanjutkan tradisi pembangunan, tetapi membawa Indonesia menuju lompatan kemajuan yang selama ini menjadi cita-cita kolektif bangsa.

    Ditulis oleh: Astrid Widia (Pengamat Politik dan Ketatanegaraan)

  • Sambut Indonesia Emas 2045, SDM jadi Investasi Paling Penting

    Sambut Indonesia Emas 2045, SDM jadi Investasi Paling Penting

    Arusberita.id – Investasi pada sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sangat penting bagi kelangsungan bisnis dan untuk mempertahankan posisi terdepan di industri. Apalagi, menyambut Indonesia Emas 2045, SDM menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

    Pembangunan SDM untuk Generasi Indonesia Emas 2045 merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan pemerintah agar SDM-SDM Indonesia unggul, andal dan berdaya saing di Tahun 2045 seiring penciptaan pertumbuhan ekonomi baru yang membutuhkan beberapa dekade.

    Investasi pada SDM juga dipilih oleh beberapa industri seperti perusahaan pengolahan makanan PT Bumi Menara Internusa (BMI). Perusahaan dengan orientasi ekspor ini, memilih untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia sebagai investasi untuk mendorong bisnis perusahaannya.

    Direktur BMI, Hetty Diana mengatakan, pilihan untuk berinvestasi di sisi SDM telah dilakukan perusahaan sejak pertama berdiri. Hal ini sekaligus merupakan komitmen utama perusahaan yang saat ini telah mempekerjakan belasan ribu karyawan di 16 fasilitas pengolahan makanan milik perusahaan.

    Menurut Diana, komitmen ini tidak hanya dilakukan di sisi hulu, namun juga di sisi hilir yaitu kepada para petani tangkap dan petani budidaya di 8 daerah di Indonesia.

    “Pemberdayaan SDM yang dilakukan dari hulu ke hilir ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan SDM yang menjadi tulang punggung perusahaan. Kami menyadari betul, peningkatan kompetensi ini dibutuhkan para karyawan, petani dan petambak sebagai penerima manfaat untuk tidak hanya berkontribusi kepada perusahaan namun juga untuk menciptakan kehidupan berkelanjutan bagi setiap individu,” ujar Diana dalam keterangannya dikutip 29 September 2023.

    Perusahaan juga melibatkan pihak ketiga dalam meningkatkan kemampuan SDM. Tidak hanya pemerintah daerah melalui dinas terkait, perusahaan juga menggandeng pihak-pihak yang memiliki keahlian di bidang serupa. Sejak beberapa tahun lalu, perusahaan menggandeng WWF-Indonesia untuk sertifikasi ecolabel Aquaculture Stewardship Council (ASC) untuk tambak udang vaname dengan metode intensif.

    Program yang juga dilakukan dengan melibatkan Dinas Perikanan setempat ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing komoditi udang di pasar internasional dan juga untuk menciptakan kawasan pengelolaan budidaya udang secara berkelanjutan serta penguatan sertifikasi atau praktik manajemen budidaya yang lebih baik.

    “Program yang terangkum dalam program besar bernama Aquaculture Improvement Program (AIP) ini menyentuh ke hal-hal teknis seperti monitoring kualitas air di perairan pesisir hingga proses budidaya udang yang baik sesuai standar internasional. Semakin banyak penerima manfaat dari program ini, maka industri pengolahan hasil laut Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri hinggal level global,” tambah Diana.

    Hasil laut merupakan salah satu potensi sumber daya alam laut yang besar serta memiliki dampak turunan yang besar pula. Merujuk pada data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor perikanan Indonesia pada Januari-Juni 2023 tercatat sekitar 2,8 miliar dolar AS. Berbasis nilai ekspor, komoditas yang paling banyak diekspor setelah udang adalah ikan tuna dan rajungan.

    “Kami berharap yang kami upayakan dapat berkontribusi secara positif kepada perekonomian Indonesia melalui kinerja ekspor impor, serta kepada kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam setiap lini industri pengolahan hasil laut di Indonesia. Ini yang menjadi penyemangat kami untuk terus menitikberatkan investasi kami pada sisi manusia sebagai pelaku di industri ini,” tutupnya.

  • Pemerintah Ingin Ekonomi Hijau Turut Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

    Pemerintah Ingin Ekonomi Hijau Turut Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

    Arusberita.id – Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah gencar memperkenalkan konsep ekonomi hijau yang menjadi titik sentral dalam perubahan paradigma ekonomi.

    Dari konsep ini, lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai kekuatan yang saling mendukung.

    Dengan menggulirkan ekonomi hijau, pemerintah ingin mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045 dan bertekad membawa Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terkuat kelima di dunia.

    Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa ekonomi hijau merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing.

    “Seperti Visi Indonesia Emas 2045 dimana Indonesia dapat seimbang baik secara ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan dan lingkungan,” ujar Amalia dalam dialog bertajuk Ekonomi Hijau: Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Rabu (31/1) malam.

    Sudah jekas, Visi Indonesia Maju pada tahun 2045 mengusung gagasan ekonomi hijau sebagai pilar utama dalam mencapai tujuan tersebut.

    “Dengan pengintegrasian prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam kebijakan ekonomi nasional diharapkan dapat mempercepat serta memperkuat ekonomi Indonesia,” ungkap dia.

    Selain itu, pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon akan menjadi fokus Indonesia, terutama di sektor-sektor vital seperti pertanian, industri, energi dan transportasi.

    “Kita berharap Indonesia mampu meraih pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati serta ekosistem alam,” ucap Amalia.

    Maka dari itu, sasaran utama Indonesia Emas 2045 adalah Indonesia memiliki pendapatan per kapita setara dengan negara maju, kemiskinan menuju 0% dan ketimpangan semakin berkurang. Juga kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat, daya saing sumber daya manusia meningkat, dan intensitas emisi GRK menurun menuju zero emission.

    Amalia menyebut sustainability tidak hanya mengarah pada pembangunan, namun juga memastikan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, kehidupan berkualitas, serta ketahanan energi dan pangan.

    Adapun penerapan ekonomi hijau berlandaskan pada efisiensi dan transisi energi baru terbarukan (EBT), pengembangan smart grid, teknologi energy storage system, transportasi ramah lingkungan, penerapan ekonomi sirkular, pengelolaan hutan dan lahan berkelanjutan, insentif dan disinsentif fiskal/non-fiskal untuk produk hijau, dan penerapan ekonomi hijau di setiap sektor.

    “Untuk itu, perlunya sinergi multi pihak untuk mendorong ekonomi hijau dan pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Amalia.