Tag: Idul Fitri

  • Evaluasi Pengamanan Mudik Lebaran, IKN dan Kaltim Aman Terkendali

    Evaluasi Pengamanan Mudik Lebaran, IKN dan Kaltim Aman Terkendali

    Arusberita.id – Pengamanan perhelatan mudik Lebaran/Idul Fitri 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto memastikan hal itu kepada Kompas.com, Senin (15/4/2024).

    “Sampai detik ini tidak ada catatan khusus dalam evaluasi pengamanan mudik Idul Fitri 1445 H/2024 M. Semua berjalan sesuai yang direncanakan,” ujar Kristiyanto.

    Pengamanan IKN, proyek strategis nasional (SN), dan obyek-obyek vital negara, dilakukan selama 24 jam penuh, tanpa henti. Kodam VI Mulawarman beserta stakeholder terkait seperti Polda Kalimantan Timur, Lantamal Kalimantan Timur, Lanud Kaltimantan Timur, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjaga kawasan IKN lebih intensif.

    Bahkan, untuk pengamanan IKN selama perhelatan mudik Lebaran 2024, Kodam VI Mulawarman mengerahkan 100 personil.

    Kodam VI Mulawarman juga melakukan pengamanan di titik-titik rawan dan strategis, terutama di Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), dan seluruh wilayah Kalimantan Timur.

    Terkait pengamanan pasca libur Lebaran/Idul Fitri, Kodam VI Mulawarman masih tetap siaga memantau perkembangan arus balik, termasuk di IKN dan provinsi Kalimantan Timur, serta bersinergi dengan Polda Kalimantan Selatan, dan Polda Kalimantan Utara.

    “Kodam VI Mulawarman bersama Polda Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Selatan dan Polda Kalimantan Utara akan bersinergi untuk mengamankan arus balik pasca Lebaran baik di pelabuhan, bandara, terminal maupun titik-titik keramaian khususnya di IKN agar berjalan lancar dan aman,” tuntas Kristiyanto.

  • Listrik Jelang Idul Fitri Aman, Pasokan Berlebih 30%

    Listrik Jelang Idul Fitri Aman, Pasokan Berlebih 30%

    Arusberita.id – PT PLN (Persero) mengungkapkan persiapan perusahaan untuk menyambut momen Lebaran Idul Fitri 1445H/2024 ini disebutkan bahwa perusahaan memastikan seluruh pasokan daya sistem kelistrikan berjalan normal.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan perusahaan saat ini memiliki cadangan daya dan reserve margin yang lebih kokoh mencapai di atas 30%. Hal itu bila dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2015 lalu.

    “Saat ini sudah jauh lebih kokoh memiliki cadangan daya sangat besar dan reserve margin rata-rata di atas 30% dan ini adalah buah manis pengembangan ekspansi kelistrikan pembangkit, transmisi, dan distribusi. 2024 jauh lebih kokoh dibanding 2015,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (3/4/2024).

    Adapun, persiapan perusahaan menjelang momen Lebaran Idul Fitri 2024 ini pihaknya sudah melakukan persiapan sejak 2 bulan ke belakang melalui penguatan energi primer dan infrastrukturnya.

    “Kami kerahkan 81.500 personil, 1.040 personil PDKB, kami bangun 2.766 posko kemudian kami persiapkan peralatan dan kami pastikan neraca daya nasional kondisi aman, memastikan cadangan energi primer batu bara, gas, BBM, dalam kondisi aman,” jelasnya.

    Dia menyebutkan PLN dalam menyabut momen mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini menetapkan masa siaga sejak 3 April 2024 hingga 19 April 24 mendatang.

    “Untuk memastikan kondisi aman, kita sudah majukan seluruh jadwal pemeliharan. Seperti pemeliharaan pembangkit, induk, transmisi, dan untuk jaringan distribusi dan saluran ke pelanggan,” tambahnya.

    Selain itu, dia mengatakan khusus tahun 2024 ini PLN memasang Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di setiap titik rest area atau tempat peristirahatan jalan tol dengan total 1.299 SPKLU tersedia.

    “Khusus tahun ini belajar tahun lalu, kami pasang SPKLU di setiap titik rest area A barat ke timur, rest area B timur ke barat. Sudah dilengkapi SPKLU dengan total SPKLU 1.299 SPKLU. Di 879 kami siapkan 3 unit SPKLU mobile dan petugas SPKLU standby 24 jam 7 hari seminggu agar perjalanan menggunakan mobil listrik lancar sampai tujuan,” ungkapnya.

  • Program BI Penukaran Uang Baru Serambi, Begini Syarat dan Pecahan yang Dapat Ditukar

    Program BI Penukaran Uang Baru Serambi, Begini Syarat dan Pecahan yang Dapat Ditukar

    Arusberita.id – Bank Indonesia (BI) mengadakan program penukaran uang baru menjelang Ramadan dan mendekati Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah.

    Program yang diberi nama Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) tersebut diselenggarakan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan masyarakat akan Rupiah yang layak beredar selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN). Pada tahun 2024, BI telah menyiapkan uang senilai Rp197,6 triliun untuk beredar.

    Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan beberapa persyaratan yang harus dipatuhi oleh masyarakat sebelum melakukan penukaran uang. Selain itu, BI juga mendorong masyarakat untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara online melalui platform PINTAR BI.

    Syarat Penukaran Uang Lebaran 2024:

    1. Penukaran hanya boleh dilaksanakan pada tanggal, tempat, dan waktu yang tercantum pada bukti pemesanan.
    2. Penukar diwajibkan untuk menunjukkan bukti pemesanan layanan penukaran kas keliling dalam format digital atau cetak.
    3. Penukar yang hendak menukarkan uang Rupiah melalui kas keliling harus membawa jumlah uang Rupiah sesuai dengan yang tertera pada bukti pemesanan.
    4. Uang Rupiah yang akan ditukarkan harus sudah dipisahkan menurut jenis pecahan dan tahun emisi, disusun secara berurutan, dan dibedakan antara uang yang masih layak edar dan yang tidak layak edar. Pengelompokkan atau penyatuan uang Rupiah tidak boleh menggunakan selotip, perekat, lakban, atau staples.
    5. Bank Indonesia akan memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukar uang dengan nilai nominal yang sama dengan uang Rupiah yang ditukarkan. Penggantian bisa diberikan dalam bentuk uang Rupiah dengan pecahan dan tahun emisi yang sama atau berbeda.
    6. Penggantian uang Rupiah hanya akan dilakukan jika ciri keaslian uang tersebut masih dapat dikenali.
    7. Setelah tanggal yang tercantum pada bukti pemesanan, NIK-KTP tidak bisa digunakan untuk membuat pemesanan baru layanan penukaran kas keliling. NIK-KTP baru dapat digunakan untuk melakukan pemesanan kembali setelah tanggal yang tertera pada bukti pemesanan telah berlalu.

    Bisa Tukar Uang Baru Hingga 4 Juta

    Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan baru terkait batas penukaran uang menjelang Lebaran 2024. Mulai dari tahun ini, batas penukaran uang baru ditingkatkan menjadi Rp 4 juta, sedangkan sebelumnya hanya Rp 3,8 juta.

    “Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dan masukan dari masyarakat pada tahun sebelumnya,” ujar Marlison Hakim, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, di Kantor BI pada Jumat, 15 Maret 2024.

    Marlison menjelaskan bahwa paket penukaran uang rupiah selama Ramadan hingga Idul Fitri 2024 memiliki variasi yang lebih luas. Tahun ini, penukaran mencakup pecahan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50.000. Adapun rincian penukaran uang adalah sebagai berikut: untuk pecahan Rp 1.000, paket penukaran senilai Rp 100.000 atau setara dengan 100 lembar.

    Kemudian untuk pecahan Rp 2.000, batas maksimalnya adalah 200 lembar atau senilai Rp 400.000. Selanjutnya, untuk pecahan Rp 5.000, batas maksimalnya adalah 100 lembar atau senilai Rp 500.000. Begitu pula untuk pecahan Rp 10.000, yang dapat ditukarkan maksimal 100 lembar atau senilai Rp 1 juta. Sedangkan untuk pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000, batas maksimal penukaran keduanya adalah senilai Rp 1 juta, dengan masing-masing 20 dan 50 lembar.

    Sebaran Penukaran Uang Lebaran

    Minimal, Bank Indonesia telah menyiapkan pelayanan penukaran melalui 449 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

    Selain itu, sektor perbankan juga menyediakan layanan penukaran uang di 4.264 kantor cabang atau titik layanan di seluruh penjuru negeri.

    Di Jawa bagian luar Jakarta, terdapat 1.128 titik layanan penukaran uang, sedangkan di Sumatera mencapai 792 titik. Kalimantan menyediakan 761 titik, dan wilayah Jabodetabek memiliki 600 titik layanan.

    Di Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, terdapat 590 titik layanan, sementara di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 393 titik.