Beranda / Berita Utama / Nasional / Bantuan Pangan Ampuh Tekan Inflasi Dan Harga

Bantuan Pangan Ampuh Tekan Inflasi Dan Harga

Bantuan Pangan Ampuh Tekan Inflasi Dan Harga

Arusberita.id – Bantuan pangan yang digelontorkan Pemerintah dianggap ampuh menurunkan inflasi dan menekan harga beras. Bantuan pangan tersebut bakal dilanjutkan hingga Juni tahun ini jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencukupi.

Kepala Badan Pangan Na­sional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) kini di level Rp 11.116 per kilogram (kg). Jumlah stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 31.277 ton.

Berdasarkan Panel harga pangan, harga rata-rata semua provinsi untuk beras medium per 7 Januari 2024 berada di Rp 13.240 per kg.

“Harga ini dapat dikatakan mulai merata dan tidak melam­bung semakin tinggi, jika dibandingkan terhadap harga rata-rata semua provinsi beras medium pada 1 Oktober 2023 yang tercatat pada Rp 13.220 per kilogram,” kata Arief di Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Arief bilang, seiring dengan menurunnya harga beras, ban­tuan pangan juga ditengarai efektif menahan laju inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi 2023 (year on year/yoy) berada di 2,61 persen, lebih rendah dari inflasi tahun yang sebelumnya sebesar 5,51 persen.

Arief mengatakan, pemenuhan pangan bagi masyarakat berpendapatan rendah menjadi concern Pemerintah. Pasalnya, ini berkaitan erat dengan upaya menahan laju harga beras dan kemampuan daya beli yang turut mempengaruhi inflasi.

Sejak bantuan pangan beras tahap pertama digulirkan pada periode Januari hingga Maret 2023, inflasi beras mengalami penurunan dari 2,63 persen pada Februari 2023. Kemudian turun menjadi 0,70 persen pada Maret 2023.

Penurunan terus terjadi men­jadi 0,55 persen pada April 2023 dan 0,02 persen pada bulan berikutnya.

Gelontoran bantuan pangan tersebut juga berhasil menekan laju inflasi. Pasalnya, tingkat inflasi na­sional bulan Desember 2023 sebe­sar 2,61 persen (yoy), turun dari inflasi November 2,86 persen.

Inflasi bergejolak juga turun dari 7,59 persen menjadi 6,73 persen (yoy). Adapun komodi­tas dengan kontribusi inflasi terbesar adalah beras sebesar 0,53 persen.

Menurutnya, sepanjang tahun 2023, Pemerintah telah menyalur­kan beras SPHP (Stabilisasi Pa­sokan Harga Pasar) sebanyak 1,1 juta ton dan untuk bantuan pangan beras sebesar 1,4 juta ton.

Presiden Jokowi memastikan, penyaluran bantuan pangan beras tepat sasaran kepada masyarakat berpendapatan rendah.

Dalam kesempatan itu, Pe­merintah menyerahkan ban­tuan pangan beras kepada 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gudang Bulog Umbul Tengah, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (8/1/2024).

“Nanti bantuan pangan ini akan dilanjutkan hingga Juni dengan catatan APBN mencu­kupi,” kata Jokowi.

Selain memastikan penerima bantuan, Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa stok beras di Bulog aman.

“Sekarang stoknya 1,3 juta ton beras. Untuk stabilitas me­mang kita harus memiliki stok di gudang-gudang Bulog. Jadi, kalau panen mundur, Bulog bisa mem­bantu menutup,” ujar Jokowi.

Sebagai informasi, harga beras saat ini yang masih di level Rp 11.000 sampai 13.000 per kg merupakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ber­dasarkan aturan Badan Pangan Nasional, HET beras medium di tetapkan Rp 10.900 per kg.

Tag:

58 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *